Novia Virgo Girl

Jadilah Pemuda yang Berkreasiii

Pengaruh pembakaran BBM terhadap keseimbangan ekosistem, khususnya kesehatan manusia May 20, 2011

Filed under: all about task — Novia Khairun Nisa @ 12:35 pm

Dampak pembakaran bensin terhadap lingkungan:

–          Dampak Karbon monoksida (CO)

–   Dampak Karbon dioksida (CO2)

–   Dampak Nitrogen oksida (NO)

–   Dampak Logam Timbel

a)   Dampak Karbon monoksida (CO)

Karbonmonoksida atau CO adalah suatu gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Gas CO dapat berbentuk cairan pada suhu dibawah -129OC. Gas CO sebagian besar berasal dari pembakaran bahan fosil dengan udara, berupa gas buangan. Di kota besar yang padat lalu lintasnya akan banyak menghasilkan gas CO sehingga kadar CO dalam udara relatif tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan. Selain itu dari gas CO dapat pula terbentuk dari proses industri. Secara alamiah gas CO juga dapat terbentuk, walaupun jumlahnya relatif sedikit, seperti gas hasil kegiatan gunung berapi, proses biologi dan lain-lain.

Karbon monoksida (CO) apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang akan dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolisme, ikut bereaksi secara metabolisme dengan darah. Seperti halnya oksigen, gas CO bereaksi dengan darah (hemoglobin) :

Hemoglobin + O2 –> O2Hb (oksihemoglobin)

Hemoglobin + CO –>  COHb (karboksihemoglobin)

Konsentrasi gas CO sampai dengan 100 ppm masih dianggap aman kalau waktu kontak hanya sebentar. Gas CO sebanyak 30 ppm apabila dihisap manusia selama 8 jam akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap tubuh manusia ternyata tidak sama dengan manusia yang satu dengan yang lainnya.

Konsentrasi gas CO disuatu ruang akan naik bila di ruangan itu ada orang yang merokok. Orang yang merokok akan mengeluarkan asap rokok yang mengandung gas CO dengan konsentrasi lebih dari 20.000 ppm yang kemudian menjadi encer sekitar 400-5000 ppm selama dihisap. Konsentrasi gas CO yang tinggi didalam asap rokok menyebabkan kandungan COHb dalam darah orang yang merokok jadi meningkat. Keadaan ini sudah barang tentu sangat membahayakan kesehatan orang yang merokok. Orang yang merokok dalam waktu yang cukup lama (perokok berat) konsentrasi CO-Hb dalam darahnya sekitar 6,9%. Hal inilah yang menyebabkan perokok berat mudah terkena serangan jantung.

Pengaruh konsentrasi gas CO di udara sampai dengan dengan 100 ppm terhadap tanaman hampir tidak ada, khususnya pada tanaman tingkat tinggi. Bila konsentrasi gas CO di udara mencapai 2000 ppm dan waktu kontak lebih dari 24 jam, maka kana mempengaruhi kemampuan fiksasi nitrogen oleh bakteri bebas yang ada pada lingkungan terutama yang terdapat pada akar tanaman.

Gas CO sangat berbahaya, tidak berwama dan tidak berbau, berat jenis sedikit lebih ringan dari udara (menguap secara perlahan ke udara), CO tidak stabil dan membentuk CO2 untuk mencapai kestabilan phasa gasnya. CO berbahaya karena bereaksi dengan haemoglobin darah membentuk Carboxy haemoglobin (CO-Hb). Akibatnya fungsi Hb membawa oksigen ke sel- sel tubuh terhalangi, sehingga gejala keracunan sesak nafas dan penderita pucat. Reaksi CO dapat menggantikan O2 dalam haemoglobin dengan reaksi :

02Hb + CO         –>            OHb + O2

 

Penurunan kesadaran sehingga terjadi banyak kecelakaan, fungsi sistem kontrol syaraf turun serta fungsi jantung dan paru-paru menurun bahkan dapat menyebabkan kematian. Waktu tinggal CO dalam atmosfer lebih kurang 4 bulan. CO dapat dioksidasi menjadi CO2 dalam atmosfer adalah HO dan HO2 radikal, atau oksigen dan ozon. Mikroorganisme tanah merupakan bahan yang dapat menghilangkan CO dari atmosfer.

Dari penelitian diketahui bahwa udara yang mengandung CO sebesar 120 ppm dapat dihilangkan selaIna 3 jam dengan cara mengontakkan dengan 2,8 kg tanah (Human, 1971), dengan demikian mikroorganisme dapat pula menghilangkan senyawa CO dari lingkungan, sejauh ini yang berperan aktif adalah jamur penicillium dan Aspergillus.

Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak stabil. Karbon monoksida yang berada di kota besar sebagian besar berasal dari pembuangan gas kendaraan bermotor yang gas-gas pembakarannya tidak sempurna. Selain itu, karbon monoksida dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil serta proses industri. Karbon monoksida dalam tubuh manusia lebih cepat berikatan dengan hemoglobin daripada oksigen. Jika di udara terdapat karbon monoksida, oksigen akan kalah cepat berikatan dengan hemoglobin. Beberapa orang akan menderita defisiensi oksigen dalam jaringan tubuhnya ketika haemoglobin darahnya berikatan dengan karbon monoksida sebesar 5%. Seorang perokok haemoglobin darahnya sering ditemukan mengandung karbon monoksida lebih dari 10%. Defisiensi oksigen dalam tubuh dapat menyebabkan seseorang menderita sakit kepala dan pusing. Kandungan karbon monoksida yang mencapai 0.1.% di udara dapat mengganggu metabolisme tubuh organisme. Oleh karena itu, ketika memanaskan mesin kendaraan di dalam garasi sebaiknya pintu garasi dibuka agar gas CO yang terbentuk tidak terakumulasi di dalam ruangan dan terhirup.

b)   Dampak Karbon dioksida (CO2)

 

Beberapa senyawa yang dihasilkan dari pembakaran sempurna seperti CO2 yang tidak beracun, belakangan ini menjadi perhatian orang. Senyawa CO2 sebenarnya merupakan komponen yang secara alamiah banyak terdapat di udara. Oleh karena itu CO2 dahulunya tidak menepati urutan pencemaran udara yang menjadi perhatian lebih dari normalnya akibat penggunaan bahan bakar yang berlebihan setiap tahunnya. Pengaruh CO2 disebut efek rumah kaca dimana CO2diatmosfer dapat menyerap energi panas dan menghalangi jalanya energi panas tersebut dari atmosfer ke permukaan yang lebih tinggi. Keadaan ini menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata di permukaan bumi dan dapat mengakibatkan meningginya permukaan air laut akibat melelehnyagunung-gunung es, yang pada akhirnya akan mengubah berbagai sirklus alamiah.

Saat ini sedang marak dilakukan kampanye-kampanye dan demo mengenai pemanasan global. Masyarakat pada umumnya antara peduli dan tidak peduli dengan pemanasan global yang sedang terjadi, atau mungkin hanya sebagian kecil masyarakat saja yang peduli.

Kita semua sama-sama tahu, salah satu penyebab menipisnya lapisan ozon (O3) ialah karbondioksida (CO2) yang pada umumnya dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, seperti pembakaran sampah non-organik, asap dari kendaraan bermotor, dan selain itu juga dengan banyaknya penebangan hutan di Indonesia, maka gas karbondioksida yang semakin hari sembakin banyak menjadi tidak terkontrol lagi, karena hutan sebagai salah satu sarana untuk mengurangi jumlah karbondioksida sudah jauh berkurang.

Bumi kita sebagai satu-satunya tempat untuk kita hidup sudah seharusnya kita jaga dengan baik. Aktivitas-aktivitas yang menghasilkan gas karbondioksida memang tidak dapat terelakkan lagi, tetapi kita dapat membantu mengurangi pemanasan global dengan mengurangi aktivitas-aktivitas tersebut dan dengan tidak terus menerus menebang hutan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu; ini berarti kita tidak boleh terlalu mengeksploitasi sumber daya yang ada di bumi. Selain aktivitas pembakaran sampah non-organik yang menimbulkan asap hitam yang mengepul di udara, sistem pernafasan kita juga menghasilkan gas karbondioksida, hanya saja gas karbondioksida yang keluar dari sistem pernafasan kita tidak menimbulkan dampak negatif yang berarti, sebab pembakaran zat makanan oleh oksigen di dalam tubuh kita merupakan pembakaran sempurna, sedangkan pembakaran sampah non-organik merupakan pembakaran tidak sempurna karena menghasilkan asap yang mengganggu pernafasan dan juga mencemari udara di lingkungan sekitar dengan gas karbondioksida yang beracun. Pembakaran sempurna tidak menghasilkan kepulan asap yang mengganggu sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan, sedangakan pembakaran yang tidak sempurna seperti inilah yang seharusnya kita hindari, sebab dengan adanya pembakaran tidak sempurna ini dapat merusak lapisan ozon yang selama ini telah melindungi kita dari sengatan sinar matahari yang dapat membakar kulit.

Beberapa orang di kalangan masyarakat yang sangat peduli terhadap pemanasan global ini mulai menciptakan ide-ide kreatifnya, misalnya dengan menciptakan mobil berbahan bakar sinar matahari. Produk-produk seperti ini memang baik untuk mengurangi pemanasan global, tetapi masyarakat pada umumnya kurang antusias dengan adanya inovasi seperti ini. Maka, hal seperti ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan khususnya dari kita semua yang tinggal di bumi ini.

c)    Dampak Nitrogen oksida (NO)

 

Nitrogen oksida memainkan peranan penting di dalam penyusunan jelaga fotokimia. Nitrogen dioksida dihasilkan oleh gas buangan kendaraan bermotor. Peroksiasil nitrat yang dibentuk di dalamjelaga sering menyebabkan iritasi pada mata dan paru-paru. Selain itu, bahan polutan tersebut dapat merusak tumbuhan. NO2 dapat memudarkan warna dari serat-seratrayon dan menyebabkan warna bahan putih menjadi kekuning-kuningan. Kadar NO2 sebesar 25 ppm yang pada umumnya dihasilkan adari emisi industri kimia, dapat menyebabkan kerusakan pada banayak jenis tanaman. Kerusakan daun sebanyak 5 % dari luasnya dapat terjadi pada pemajanan dengan kadar 4-8 ppm untuk 1 jam pemajanan.

Tergantung dari jenis tanaman, umur tanaman danlamanya pemajanan, kerusakan terjadi dapat bervariasi. Kadar NO2 sebesar 0,22 ppm dengan jangka waktupemajanan 8 bualan terus menrus, dapat menyebabkan rontoknya daun berbagai jenis tanaman. Hujan asam Dua gas yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan serta pembangkit listrik tenaga disel dan batubara yang utama adalah sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). Gas yang dihasilkan tersebut bereaksi di udara membentuk asam yang jatuh ke bumi bersama dengan hujan dan salju. Misalnya, sulfur dioksida berreaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida. 2 SO2 + O2 2 SO3 Sulfur trioksida kemudian bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat. SO3 + H2O H2SO4 Uap air yang telah mengandung asam ini menjadi bagian dari awan yang akhirnya turun ke bumi sebagai hujan asam atau salju asam. Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan hutan, tanaman pertanian, dan perkebunan. Hujan asam juga akan mengakibatkan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam, misalnya jembatan dan rel kereta api, serta rusaknya berbagai bangunan. Selain itu, hujan asam akan menyebabkan penurunan pH tanah, sungai, dan danau, sehingga mempengaruhi kehidupan organisme tanah, air, serta kesehatan manusia.

Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx karena oksida nitrogen mempunyai 2 bentuk yang sifatnya berbeda, yakni gas NO2 dan gas NOx. Sifat gas NO2 adalh berwarna dan berbau, sedangakn gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung.

Kadar NOx diudara daearh perkotaan yang berpenduduk padat akan lebih tinggi dari daerah pedesaan yang berpenduduk sedikit. Hal ini disebabkan karena berbagai macam kegiatan yang menunjang kehidupan manusia akan menambah kadar NOx di udara, seperti transportasi, generator pembangkit listrik, pembuangan sampah dan lain-lain.

Pencemaran gas NOx diudara teruatam berasal dari gas buangan hasil pembakaran yang keluar dari generator pembangkit listrik stasioner atau mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar gas alami. Keberadaan NOx diudara dapat dipengaruhi oleh sinar matahari yang mengikuti daur reaksi fotolitik NO2 sebagai berikut :

NO2 + sinar matahari            →            NO + O

O + O2 →                       O3 (ozon)

O3 + NO                   →                         NO2 + O2

 

Ada dua cara untuk menghindari pembakaran tidak sempurna, maka dilakukan 2 proses pembakaran yaitu :

1. Bahan bakar dibakar pada temperatur tinggi dengan sejumlah udara sesuai dengan persamaan stoikiometri, misalnya dengan 90 -95% udara. Pembakaran NO dibatasi tidak dengan adanya kelebihan udara.

2. Bahan bakar dibakar sempurna pada suhu relatif rendah dengan udara berlebih. Suhu rendah menghindarkan pembentukan NO.

Kedua proses ini menurunkan pembentukan NO sampai 90%. NO2 pada manusia dapat meracuni paru-paru, kadar 100 ppm dapat menimbulkan kematian, 5 ppm setelah 5 menit menimbulkan sesak nafas.

Sumber dan Pola Paparan

Sumber utama NOx pada atmosfer adalah dari jalan lalu lintas. Ini bertanggung jawab untuk sekitar setengah dari total emisi yang ada di Eropa. Sumber utama lainnya adalah dari pembangkit tenaga listrik, pabrik pemanas, dan proses industri.

Banyak NOx diemisikan sebagai NO, dimana teroksidasi menjadi NO2 oleh ozon atau oksidan lain.

Meskipun kendraan bermotor didata untuk sekitar 50 % dari emisi NOx, proporsi lebih tinggi dikota. Di London, 74 % emisi NOx akibat dari lalulintas jalan.

Strategi monitoring untuk NO2 diambil dari data pola ruang dan penyebaran populasi yang paling banyak didominasi oleh lalu lintas jalan.

Karakteristik polutan yang dirancang pada program monitoring NO2 adalah :

  • Konsentrasi yang lebih besar ditentukan oleh emisi lalulintas jalan
  • Ini adalah ruang yang homogen, polutan sekunder
  • Rasio dari puncak untuk mengartikan konsentrasi secara statistik yang kuat dan berguna.

Dampak Pencemaran Nitrogen Oksida (NOx)

Gas nitrogen oksida (NOx) ada dua macam , yakni gas nitrogen monoksida (NO) dan gas nitrogen dioksida (NO2). Kedua macam gas tersebut mempunyai sifat yang berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan. Gas NO yang mencemari udara secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak berwarna dan tidak berbau. Sedangkan gas NO2 bila mencemari udara mudah diamati dari baunya yang sangat menyengat dan warnanya coklat kemerahan. Udara yang mengandung gas NO dalam batas normal relatif aman dan tidak berbahaya, kecuali jika gas NO berada dalam konsentrasi tinggi. Konsentrasi gas NO yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada system saraf yang mengakibatkan kejang-kejang.

Bila keracunan ini terus berlanjut akan dapat menyebabkan kelumpuhan. Gas NO akan menjadi lebih berbahaya apabila gas itu teroksidasi oleh oksigen sehinggga menjadi gas NO2.

Udara yang telah tercemar oleh gas nitrogen oksida tidak hanya berbahaya bagi manusia dan hewan saja, tetapi juga berbahaya bagi kehidupan tanaman. Pengaruh gas NOx pada tanaman antara lain timbulnya bintik-bintik pada permukaan daun. Pada konsentrasi yang lebih tinggi gas tersebut dapat menyebabkan nekrosis atau kerusakan pada jaringan daun. Dalam keadaan seperti ini daun tidak dapat berfungsi sempurna sebagai temapat terbentuknya karbohidrat melalui proses fotosintesis. Akibatnya tanaman tidak dapat berproduksi seperti yang diharapkan. Konsentrasi NO sebanyak 10 ppm sudah dapat menurunkan kemampuan fotosintesis daun sampai sekitar 60% hingga 70%.

Pencemaran udara oleh gas NOx dapat menyebabkan timbulnya Peroxy Acetil Nitrates yang disingkat dengan PAN. Peroxi Acetil Nitrates ini menyebabkan iritasi pada mata yang menyebabkan mata terasa pedih dan berair. Campuran PAN bersama senyawa kimia lainnya yang ada di udara dapat menyebabkan terjadinya kabut foto kimia atau Photo Chemistry Smog yang sangat menggangu lingkungan.

Pengaruh bagi kesehatan

Nitrogen dioksida merupakan polutan udara yang dihasilkan pada proses pembakaran. Ketika nitrogen dioksida hadir, nitrogen oksida juga ditemukan ; gabungan dari NO dan NO2 secara kolektif mengacu kepada nitrogen oksida (NOx).

Pada sangat konsentrasi tinggi, dimana mungkin hanya dialami pada kecelakaan industri yang fatal, paparan NO2 dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang berat dan cepat. Pengaruh kesehatan mungkin juga terjadi pada konsentrasi ambient yang jauh lebih rendah seperti pada pengamatan selama peristiwa polusi di kota. Bukti yang didapatkan menyarankan bahwa penyebaran ambient kemungkinan akibat dari pengaruh kronik dan akut, khususnya pada sub-grup populasi orang yang terkena asma.

NO2 terutama berkelakuan sebagai agen pengoksidasi yang kemungkinan merusak membran sel dan protein. Pada konsentrasi tinggi, saluran udara akan menyebabkan peradangan yang akut. Ditambah lagi, penyebaran dalam waktu-singkat berpengaruh terhadap peningkatan resiko infeksi saluran pernapasan. Meskipun banyak pengontrolan penyebaran yang dilakukan, fakta secara jelas mendefinisikan hubungan antara konsentrasi atau dosis dan umpan baliknya tidaklah cukup.

Untuk penyebaran yang akut, hanya konsentrasi yang sangat tinggi (>1880 Mg/m3, 1 ppm) mempengaruhi kesehatan orang ; bilamana, orang dengan asma atau penyakit paru-paru yang akut lebih rentan pada konsentrasi lebih rendah.

d)   Dampak Logam Timbel

TEL dapat meningkatkan bilangan oktan, akan tetapi penggunaan Tetra Ethyl Lead (TEL) dalam bensin ternyata menimbulkan dampak negatif. Bensin yang dicampur dengan TEL akan menghasilkan gas buang yang tentu saja mengandung logam timbel. Logam timbel memasuki tubuh melalui saluran pernapasan, mulut, dan juga kulit. Pb yang masuk ke tubuh kita sebagian besar terakumulasi dalam tulang, sebelum akhirnya masuk ke peredaran darah. Logam timbel dikenal sebagai neurotoksin (racun penyerang syaraf). Jika telah masuk ke dalam tubuh manusia, kemungkinan besar tidak dapat dikeluarkan  melalui  metabolism tubuh.

Menurut hasil penelitian, logam berat tersebut dapat menurunkan kecerdasan, menghambat pertumbuhan, mengurangi kemampuan untuk mendengarkan dan memahami bahasa, menghilangkan konsentrasi pada anak. Tidak hanya itu, logam timbel juga dapat menurunkan kesuburan pria dan perempuan dewasa.

Logam timbel yang masuk ke dalam tenggorokan atau paru-paru  akan memyebabkan iritasi. Jika sudah sampai di ginjal akan mengganggu fungsi ginjal. Efek jangka timbel dapat menimbulkan kanker, kegagalan fungsi organ tubuh, hingga beragam penyakit-penyakit yang tadinya tidak diketahui.

Besar kecilnya efwek timbel tergantung pada kadar dan lamanya seseorang terkena penyakit racun Pb. Selain itu, efek timbel juga bergantung pada umur seseorang. Semakin muda umur sesorang, semakin serius efeknya. Tidak heran jika sebagian besar korban timbel adalah anak-anak. Tujuh dari sepuluh bayi yang baru lahir di Meksiko memiliki kadar timbel dalam darah lebih tinggi daripada standar yang diijinkan oleh WHO. Data di kota Bandung menunjukkan bahwa kadar timbel di udara telah mencapai diatas 2miligram per meter kubikdan 30% anak-anak usia sekolah memiliki kadar timbel di dalam darah yang melewati ambang batas.

Saat ini telah disadari bahwa aspek akibat perubahan lingkungan dalam proses pembangunan tidak hanya terbatas pada pencemaran lingkungan secra langsung tetapi harus diingat pula pencemaran lingkungan secara tidak langsung. Keadaan sakit merupakan akibat kesalahan adaptasi terhadap lingkungan dan reaksi antara manusia dan sumber-sumber penyakit. Lingkungan yang mengalami pencemaran akan mengalami penurunan kualitas lingkungan yang berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Masalah lingkungan hidup menjadi penting karena pada dasarnya lingkungan hidup memberikan pengaruh kepada kehidupan manusia. Pada hakekatnya masalah kehidupan manusia tersebut erat kaitannya dengan keadaan kesehatan individu dan masyarakat. Bahkan ukuran akhir lingkungan adalah sehat/tidaknya suatu masyarakat yang hisup dalam suatu lingkungan tertentu.

Masalah pencemaran mulai terangkat ke permukaan dunia dan menjadi topik utama berkisar pada tahun lima puluhan. Tepatnya ketika ditemukan suatu penyakit mental dan kelainan syaraf yang diderita oleh penduduk disekitar teluk Minamata, jepang. Perubahan kualitas lingkungan yang dapat mengakibatkan pengaruh kepada kesehatan biasanya diukur dari ada/tidaknya bahan-bahan berbahaya dalam lingkungan tersebut.

Bahan-bahan lingkungan yang berbahaya ini dapat berakibat fisik, kimia dan biologis. Bahan lingkungan yang bersifat fisik seperti bising, suhu, radiasi dan tekanan udara. Bahan lingkungan yang bersifat kimia seperti logam berat, hidrokarbon, CO dan SO2. Bahan lingkungan yang bersifat biologis ialah bakteri, virus, insek dan cacing yang kesemuanya dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Suatu lingkungan hidup dikatakan tercemar apabila telah terjadi perubahan-perubahan dalam tatanan lingkungan itu sehingga tidak sama lagi dengan bentuk asalnya, sebagai akibat masuk atau dimasukkannya suatu zat atau benda asing ke dalam tatanan lingkungan itu.
Pencemaran yang dapat ditimbulkan oleh limbah ada berbagai macam bentuk. Ada pencemaran berupa bau, warna, suara bahkan pemutusan mata rantai dari suatu tatanan lingkungan hisup atau organisme yang ada tingkat akhirnya akan menghancurkan tatanan ekosistemnya. Pencemaran tersebut biasanya berasal dari limbah kimia. Senyawa kimia yang sangat beracun bagi organisme hisup dan manusia adalah yang mempunyai bahan aktif dari logam-logam berat. Daya racun yang dimiliki oleh bahan aktif logam berat akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim dalam proses fisiologis atau metabolisme tubuh. Sehingga proses metabolisme terputus. Selain itu bahan beracun tersebut dapat terakumulasi dalam tubuh yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terpisah dari benda-benda yang bersifat logam. Benda ini kita gunakan seperti alat perlengkapan rumah tangga seperti sendok, garpu, pisau. Beberapa unsur logam yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk mempertahankan kehidupannya misalnya logam besi (Fe). Unsur ini berkaitan dengan Hb darah membentuk hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen (O2) dalam darah. Berbeda dengan logam biasa, logam berat menimbulkan efek-efek khusus pada makhluk hidup yaitu keracunan. Salah satu bahan logam berat yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan adalah Timbal (Pb).

Timbal dalam keseharian biasa dikenal dengan nama Timah Hitam. Dalam timbal terdiri dari 4 (empat) macam :

  1. Timbal 204 diperkirakan berjumlah sebesar 1,48 % dari seluruh isotop timbal
  2. Timbal 206 ditemukan dalam jumlah 23,06 %
  3. Timbal 207 sebanyak 22,60 % dari semua isotop timbal yang terdapat di alam
  4. Timbal 208 adalah hasil akhir dari peluruhan radioaktif thorium (Th)

Biji-biji ini bergabung dengan logam lain seperti perak, seng, arsen, logam stibi dan logam bismut.
Jumlah timbal yang ada di udara mengalami peningkatan yang sangat drastis sejak dimulainya revolusi industri di benua eropa. Emisi Pb masuk ke dalam lapisan atmosfer bumi dan dapat berbentuk gas dan partikel. Emisi Pb yang masuk dalam bentuk gas terutama berkaitan sekali berasal dari buangan gas kendaraan bermotor. Emisi tersebut merupakan hasil samping pembakaran yang terjadi dalam mesin-mesin kendaraan, yang berasal dari senyawa tetrametil-Pb dan tetril-Pb yang selalu ditambahkan dalam bahan bakar kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai antiknock pada mesin-mesin kendaraan.

Musnahnya timbal (Pb) dalam peristiwa pembakaran pada mesin yang menyebabkan jumlah Pb yang dibuang ke udara melalui asap buangan kendaraan menjadi sangat tinggi.

Senyawa tetraemil-Pb dan tetraetil-Pb dapat diserap oleh kulit. Hal ini disebabkan kedua senyawa tersebut dapat larut dalam minyak dan lemak. Sedangkan dalam udara tetraetil-Pb terurai dengan cepat karena adanya sinar matahari. Tetraeti-Pb akan terurai membentuk trietil-Pb, dietil-Pb dan monoetil-Pb. Semua senyawa uraian dari tetraetil-Pb tersebut memiliki bau yang sangat spesifik seperti bau bawang putih.

Sulit larut dalam minyak, semua senyawa turunan ini dapat larut dengan baik dalam air. Senyawa Pb dalam keadaan kering dapat terdispersi di dalam udara sehingga kemudian terhirup pada saat bernapas dan sebagian akan menumpuk dikulit dan atau terserap oleh daun tumbuhan.

Timbal (Pb) dan persenyawaannya dapat berada di dalam badan perairan secara alamiah dan sebagai dampak aktivitas manusia. Secara alamiah Pb dapat masuk ke badan perairan melalui pengkristalan Pb di udara dengan bantuan air hujan. Selain itu proses korofikasi dari bantuan mineral akibat hempasan gelombang dan angin.

Badan perairan yang telah kemasukan senyawa atau ion-ion Pb akan menyebabkan jumlah Pb yang ada melebihi konsentrasi yang dapat menyebabkan kematian bagi biota perairan tersebut. Konsentrasi Pb yang mencapai 188 mg/l dapat membunuh ikan-ikan diperairan.

Keracunan yang ditimbulkan oleh logam Pb dapat terjadi karena masuknya persenyawaan logam tersebut kedalam tubuh yang dapat melalui makanan, minuman, udara dan perembesan atau penetrasi pada selaput atau lapisan kulit. Sebagian Pb yang terhirup akan masuk ke dalam pembuluh darah paru-paru. Tingkat penyerapan itu sangat dipengaruhi oleh ukuran partikel senyawa Pb yang ada dan volume udara yang mampu dihirup pada saat bernapas. Makin kecil ukuran partikel debu dan semakin besarnya volume udara yang dihirup akan semakin besar pula konsentrasi Pb yang diserap tubuh. Logam Pb yang masuk ke paru-paru melalui proses pernapasan akan terserap dan berikatan dengan darah di apru-paru kemudian diedarkan ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Lebih dari 90 % logam Pb yang terserap oleh darah berikatan dengan sel-sel darah merah.

Pada jaringan atau organ tubuh logam Pb akn terakumulasi pada tulang. Karena dalam bentuk ion Pb2+, logam ini mampu menggantikan keberadaan ion Ca2+ (kalsium) yang terdapat pada jaringan tulang. Disamping itu pada wanita hamil logam Pb dapat dapat melewati plasenta dan kemudian akan ikut masuk dalam sistem peredaran darah janin dan selanjutnya setelah bayi lahir Pb akan dikeluarkan bersama air susu. Meskipun jumlah Pb yang diserap oleh tubuh hanya sedikit ternyata logam Pb ini sangat berbahaya. Hal itu disebabkan senyawa-senyawa Pb dapat memberikan efek racun terhadap berbagai macam fungsi organ tubuh.

Sel-sel darah merah merupakan suatu bentuk kompleks khelat yang dibentuk oleh laogam Fe dengan gugus haeme dan globin. Sintesis dari kompleks tersebut melibatkan dua macam enzim ALAD (Amino Levulinic Acid Dehidrase) atau asam amino levulinat dehidrase dan enzim jenis sitoplasma. Enzim ini akan bereaksi secara aktif pada tahap awal sintesis dan selama sirkulasi sel darah merah berlangsung. Adapun enzim ferrokhelatase termasuk pada golongan enzim mitokondria. Enzim ferrokhelatase ini akan berfungsi pada akhir proses sintesis.

Keracunan akibat kontaminasi logam Pb dapat menimbulkan berbagai macam hal :

  • Meningkatkan kadar ALAD dalam darah dan urine
  • Meningkatkan kadar protopporhin dlam sel darah merah
  • Memperpendek umum sel darah merah
  • Menurunkan jumlah sel darah merah dan kadar sel-sel darah merah yang masih muda
  • Meningkatkan kandungan logam Fe dalam plasma darah

Keracunan yang disebabkan oleh logam Pb dalam tubuh dapat mempengaruhi organ-organ tubuh antara lain sistem saraf, ginjal, sistem reproduksi, sistem endokrin dan jantung. Logam Pb dapat menyebabkan gangguan pada otak, sehingga anak mengalami gangguan kecerdasan dan mental.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s